Minggu, 26 Januari 2014

Merenungi Rahasia Al Quran ::sebuah opini::


Al Quran adalah satu-satunya naskah yang paling banyak dibaca oleh manusia sejak pertama kali dikenal. Ini artinya, Al Quran juga merupakan naskah yang paling banyak dicetak dalam sejarah umat manusia. Itu salah satu bukti bahwa Allah yang menjaga kelestarian Al Quran hingga hari akhir tiba.

Al Quran dan Al Kitab
Pada awal periode, Al Quran dijaga tidak hanya melalui hapalan, tetapi juga dicatat oleh para Sahabat. Oleh karena itu, Al Quran disebut juga dengan nama Al Kitab, artinya Tulisan. Ketika banyak Sahabat penghapal Al Quran yang gugur dalam peperangan, muncul inisiatif untuk membukukan Al Quran. Karena pada saat itu, kelestarian Al Quran hanya mengandalkan pada hapalan dan tulisan di benda-benda ala kadarnya. Selain itu, hapalan dan tulisan yang dimiliki para sahabat tersebut tidak seragam. Terkadang satu ayat tertentu dimiliki oleh sebagian sahabat, tapi tidak dimiliki oleh lainnya.

Sebagaimana metode Nabi Muhammad dalam menjaga Al Quran dengan hapalan dan tulisan. Dalam Pembukuan Al Quran juga memakai dua metode tersebut. Selain mengumpulkan hafalan para sahabat, juga memeriksa tulisan2 yg disimpan oleh sahabat dalam berbagai media, seperti, pelepah kurma, dedaunan, kayu, bebatuan, kulit hewan,dsb. Jadi dua metode tersebut berfungsi untuk saling melengkapi dan saling mengingatkan. Begitu juga penghapal Al Quran, syarat suatu ayat dapat diterima apabila setidaknya dihapalkan oleh dua orang. 
an tadhilla ihdahumaa fatudzakkira ihdahuma al ukhra..
jika salah satunya lupa maka yg lain mengingatkannya..

Al Quran dan Alif Lam Mim
AL Quran diturunkan dengan menggunakan bahasa di mana Nabi Muhammad tinggal, yakni bahasa Arab. Masyarakat arab Mekkah saat itu sangat mengagungkan seni sastra dan syair. Mereka biasanya berkumpul di pasar Ukadz untuk membacakan syair ciptaannya. Itu juga menjadi ajang pamer kepiawaiannya dalam mengolah kata-kata dengan tata bahasa yang tinggi. Dan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bila syairnya dipuji dan menjadi pembicaraan banyak orang. 

Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, dalam dakwahnya tidak bertatap muka hanya dengan umat muslim saja, yang menerima Al Quran dengan iman dan taat. Tetapi juga, selalu berhadapan dengan kaum kafir Qurays yang selalu menentang dan menghambat dakwah Nabi.

Dalam Al Quran terdapat kalimat-kalimat yang sulit dimengerti maknanya. Dan hanya Allah dan Nabi sendiri yang mengetahuinya. Biasanya terdapat dalam awal sebuah surat, seperti, Alim Lam Mim, Alif Lam Ra', Ain Sin Qaf, Kaf Ha Ya Ain Shod, dan Ha Mim. Sekilas itu hanyalah huruf-huruf hijaiyah biasa yang tidak ada maknanya. Bahkan belum pernah ada susunan huruf seperti itu sebelumnya. Sedangkan Nabi sendiri tidak pernah menjelaskan maksud dari kalimat tersebut. Namun, ajaibnya, orang kafir yang mendengar ayat-ayat tersebut tidak pernah menanyakan arti dari kalimat tersebut, dan menghujatnya sebagai kalimat yang aneh. Padahal mereka selalu melawan apa pun yang dilakukan oleh Nabi. Lalu apa yang dilakukan kaum kafir tersebut. justru mereka melarang kaumnya mendengarkan ayat Al Quran. Sebagai pengagum sastra, mereka sadar betul akan tingginya sastra yang terdapat dalam ayat Al Quran. Mereka juga tahu, bahwa mendengarkan Al Quran bisa membuat seseorang terbuai akan keindahan ayat-ayatnya. Dan takut kala mendengarnya akan terpengaruh dengan kebenaran Al Quran. itu adalah salah satu rahasia kemukjizatan Al Quran.

Al Quran dan Alam Semesta
Sebagai pedoman ajaran Islam, Al Quran berlaku hingga hari kiamat. Di dalamnya terdapat pembicaraan masalah hukum, kehidupan sosial, kehidupan rumah tangga, kisah-kisah masa lalu, kehidupan akhirat, ajaran kebaikan, dan pengetahuan. Al Quran sudah dikenal sejak 14 abad yang lalu. Hingga kini isi Al Quran masih relevan dan kandungannya akan terus digali. bagi pakar agama Islam, Al Quran merupakan sumber primer dalam ajaran Islam. Lalu apakah Al Quran juga bisa dijadikan sumber pengetahun terutama bidang sains. karena di dalamnya banyak bercerita tentang alam semesta.

Dalam memahami ayat Al Quran dibutuhkan penafsiran yang menggunakan metode tertentu. Orang yang pertama kali manafsiri Al Quran adalah Nabi Muhammad. karena Al Quran diturunkan dan dipraktekkan sendiri oleh Nabi. Dalam menafsiri Al Quran, Nabi hanya menjelaskan apa yang dibutuhkan oleh kaumnya pada waktu itu. Oleh karena itu, tafsiran-tafsiran saat itu lebih banyak berkutat pada ajaran syariat yang mengajak kepada kebaikan dan menjauhi keburukan. Adapun tafsiran mengenai ayat-ayat alam semesta, Nabi tidak menjelaskan kepada kaumnya,cukup dirinya saja yang tahu. Hal ini disebabkan pengetahuan masyarakat saat itu tidak memungkinkan untuk menerima penjelasan mengenai rahasia alam semesta yang begitu luas. Tafsiran ayat-ayat alam semesta dibiarkan tersimpan dalam Al Quran.

Allah menyebut seluruh alam semesta ciptaannya yang merupakan tanda-tanda akan kebesarannya dengan sebutan ayat. Matahari, bumi, bulan, langit, dan segala sesuatu di alam semesta merupakan ayat-ayat Allah. Di sisi lain, kalam Allah di dalam Al Quran juga disebut ayat. Singkatnya, alam semesta adalah ayat, dan kalam Allah juga ayat. Jadi, kejadian yang ada dalam alam semesta adalah ayat-ayat yang menafsiri terhadap ayat-ayat alam semesta yang terdapat dalam kalam Allah. Tafsiran ayat tersebut akan terkuak satu-persatu seiring dengan kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia. Oleh sebab itu, Al Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad yang paling besar dan yang masih bisa dirasakan umat manusia hingga akhir zaman. Masih banyak rahasia alam semesta yang masih tersimpan rapat dalam ayat-ayat Al Quran. Kita tunggu saja rahasia Al Quran apa lagi yang akan terkuak. Bagaimana renunganmu ? []