Al Quran adalah
satu-satunya naskah yang paling banyak dibaca oleh manusia sejak pertama kali
dikenal. Ini artinya, Al Quran juga merupakan naskah yang paling banyak dicetak
dalam sejarah umat manusia. Itu salah satu bukti bahwa Allah yang menjaga
kelestarian Al Quran hingga hari akhir tiba.
Al Quran dan
Al Kitab
Pada awal
periode, Al Quran dijaga tidak hanya melalui hapalan, tetapi juga dicatat oleh
para Sahabat. Oleh karena itu, Al Quran disebut juga dengan nama Al Kitab,
artinya Tulisan. Ketika banyak Sahabat penghapal Al Quran yang gugur dalam
peperangan, muncul inisiatif untuk membukukan Al Quran. Karena pada saat itu, kelestarian
Al Quran hanya mengandalkan pada hapalan dan tulisan di benda-benda ala kadarnya.
Selain itu, hapalan dan tulisan yang dimiliki para sahabat tersebut tidak
seragam. Terkadang satu ayat tertentu dimiliki oleh sebagian sahabat, tapi
tidak dimiliki oleh lainnya.
Sebagaimana
metode Nabi Muhammad dalam menjaga Al Quran dengan hapalan dan tulisan. Dalam
Pembukuan Al Quran juga memakai dua metode tersebut. Selain mengumpulkan
hafalan para sahabat, juga memeriksa tulisan2 yg disimpan oleh sahabat dalam
berbagai media, seperti, pelepah kurma, dedaunan, kayu, bebatuan, kulit hewan,dsb.
Jadi dua metode tersebut berfungsi untuk saling melengkapi dan saling
mengingatkan. Begitu juga penghapal Al Quran, syarat suatu ayat dapat diterima
apabila setidaknya dihapalkan oleh dua orang.
an
tadhilla ihdahumaa fatudzakkira ihdahuma al ukhra..
jika salah
satunya lupa maka yg lain mengingatkannya..
Al Quran dan
Alif Lam Mim
AL Quran
diturunkan dengan menggunakan bahasa di mana Nabi Muhammad tinggal, yakni
bahasa Arab. Masyarakat arab Mekkah saat itu sangat mengagungkan seni sastra dan
syair. Mereka biasanya berkumpul di pasar Ukadz untuk membacakan syair
ciptaannya. Itu juga menjadi ajang pamer kepiawaiannya dalam mengolah kata-kata
dengan tata bahasa yang tinggi. Dan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bila
syairnya dipuji dan menjadi pembicaraan banyak orang.
Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, dalam dakwahnya tidak bertatap muka hanya dengan umat muslim saja, yang menerima Al Quran dengan iman dan taat. Tetapi juga, selalu berhadapan dengan kaum kafir Qurays yang selalu menentang dan menghambat dakwah Nabi.
Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, dalam dakwahnya tidak bertatap muka hanya dengan umat muslim saja, yang menerima Al Quran dengan iman dan taat. Tetapi juga, selalu berhadapan dengan kaum kafir Qurays yang selalu menentang dan menghambat dakwah Nabi.
Dalam Al Quran
terdapat kalimat-kalimat yang sulit dimengerti maknanya. Dan hanya Allah dan
Nabi sendiri yang mengetahuinya. Biasanya terdapat dalam awal sebuah surat,
seperti, Alim Lam Mim, Alif Lam Ra', Ain Sin Qaf, Kaf Ha Ya Ain Shod, dan Ha
Mim. Sekilas itu hanyalah huruf-huruf hijaiyah biasa yang tidak ada maknanya.
Bahkan belum pernah ada susunan huruf seperti itu sebelumnya. Sedangkan Nabi
sendiri tidak pernah menjelaskan maksud dari kalimat tersebut. Namun, ajaibnya,
orang kafir yang mendengar ayat-ayat tersebut tidak pernah menanyakan arti dari
kalimat tersebut, dan menghujatnya sebagai kalimat yang aneh. Padahal mereka
selalu melawan apa pun yang dilakukan oleh Nabi. Lalu apa yang dilakukan kaum kafir
tersebut. justru mereka melarang kaumnya mendengarkan ayat Al Quran. Sebagai
pengagum sastra, mereka sadar betul akan tingginya sastra yang terdapat dalam
ayat Al Quran. Mereka juga tahu, bahwa mendengarkan Al Quran bisa membuat
seseorang terbuai akan keindahan ayat-ayatnya. Dan takut kala mendengarnya akan
terpengaruh dengan kebenaran Al Quran. itu adalah salah satu rahasia
kemukjizatan Al Quran.
Al Quran dan
Alam Semesta
Sebagai pedoman
ajaran Islam, Al Quran berlaku hingga hari kiamat. Di dalamnya terdapat
pembicaraan masalah hukum, kehidupan sosial, kehidupan rumah tangga,
kisah-kisah masa lalu, kehidupan akhirat, ajaran kebaikan, dan pengetahuan. Al
Quran sudah dikenal sejak 14 abad yang lalu. Hingga kini isi Al Quran masih
relevan dan kandungannya akan terus digali. bagi pakar agama Islam, Al Quran
merupakan sumber primer dalam ajaran Islam. Lalu apakah Al Quran juga bisa
dijadikan sumber pengetahun terutama bidang sains. karena di dalamnya banyak
bercerita tentang alam semesta.
Dalam memahami
ayat Al Quran dibutuhkan penafsiran yang menggunakan metode tertentu. Orang
yang pertama kali manafsiri Al Quran adalah Nabi Muhammad. karena Al Quran
diturunkan dan dipraktekkan sendiri oleh Nabi. Dalam menafsiri Al Quran, Nabi
hanya menjelaskan apa yang dibutuhkan oleh kaumnya pada waktu itu. Oleh karena
itu, tafsiran-tafsiran saat itu lebih banyak berkutat pada ajaran syariat yang
mengajak kepada kebaikan dan menjauhi keburukan. Adapun tafsiran mengenai
ayat-ayat alam semesta, Nabi tidak menjelaskan kepada kaumnya,cukup dirinya
saja yang tahu. Hal ini disebabkan pengetahuan masyarakat saat itu tidak memungkinkan
untuk menerima penjelasan mengenai rahasia alam semesta yang begitu luas.
Tafsiran ayat-ayat alam semesta dibiarkan tersimpan dalam Al Quran.
Allah menyebut
seluruh alam semesta ciptaannya yang merupakan tanda-tanda akan kebesarannya
dengan sebutan ayat. Matahari, bumi, bulan, langit, dan segala sesuatu di alam
semesta merupakan ayat-ayat Allah. Di sisi lain, kalam Allah di dalam Al Quran
juga disebut ayat. Singkatnya, alam semesta adalah ayat, dan kalam Allah juga
ayat. Jadi, kejadian yang ada dalam alam semesta adalah ayat-ayat yang menafsiri terhadap ayat-ayat
alam semesta yang terdapat dalam kalam Allah. Tafsiran ayat tersebut akan terkuak satu-persatu seiring dengan
kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia. Oleh sebab itu, Al Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad yang paling besar dan yang masih bisa dirasakan umat manusia hingga akhir zaman. Masih banyak rahasia alam semesta yang masih tersimpan rapat dalam ayat-ayat Al Quran. Kita tunggu saja rahasia Al Quran apa lagi yang akan terkuak. Bagaimana renunganmu ? []